Rabu, 28 September 2016

Fitur Paling Diinginkan Pengguna Smartphone, Apa Itu?

Ilustrasi: Smartphone berbaterai boros


Smartphone dengan baterai hemat rupanya merupakan yang paling dibutuhkan oleh pengguna smartphone.

Hal ini berdasarkan dari hasil survei yang dilakukan lembaga survei YouGov. Seperti Tekno Liputan6.com kutip dari ZDNet, Rabu (28/9/2016), rupanya kebutuhan utama pengguna smartphone bukanlah headphone jack yang dihilangkan seperti pada iPhone 7.

ZDNet mengungkap, berdasarkan survei yang dilakukan pada orang dewasa di Amerika Serikat, 73 persen dari pengguna smartphone tak tertarik membeli smartphone yang menghilangkan headphone jack-nya.

Sementara 21 persen lainnya ingin membeli smartphone yang memiliki layar kuat. Para responden yang menginginkan smartphone tahan air persentase-nya juga lebih sedikit, yakni 15 persen.

Sedangkan mereka yang ingin kamera terbaik hanya berjumlah 12 persen dibandingkan keseluruhan responden.

Hasil survei pengguna smartphone yang sebagian besar ingin smartphone dengan baterai yang hemat (Sumber: ZDNet/ YouGov)

Pada pasar Android, banyak perusahaan pembesut smartphone yang memiliki produk sejenis. Maka, smartphone dengan fitur hemat baterai bisa jadi salah satu pembedanya.

ZDNet menyebut, kemungkinan hal tersebut yang membuat Samsung menjadi sukses. Misalnya saja kehadiran Galaxy S7 Active dan Galaxy S7 Edge yang masing-masing memiliki ketahanan baterai hingga 21 jam dan 19 jam.

Dalam hasil tes CNET juga terungkap bahwa Asus ZenFone Max serta Motorola Z Play pun memiliki kinerja baterai yang sangat tahan lama.

Sebut saja ZenFone Max yang bisa dibilang cukup berbeda dibanding smartphone lain lantaran mengusung kapasitas 5000mAh. Kemudian, Motorola Z Play juga memiliki ketahanan baterai hingga 50 jam.

Lantaran kebutuhan akan baterai yang hemat, baru-baru ini produsen ponsel terjangkau dari Tiongkok Oukitel K10000 mengumumkan sebuah perangkat dengan kapasitas baterai 10000mAh. Smartphone tersebut diklaim memiliki kinerja baterai hingga 10 hari.

Sabtu, 24 September 2016

Hati-Hati, Ransomware Targetkan Perangkat Pintar di Masa Depan



Liputan6.com, Jakarta - Ransomware merupakan salah satu ancaman keamanan siber yang sempat menghebohkan. Pun demikian, malware pengambil uang ini hanya menyasar perangkat tertentu seperti komputer, tablet, atau smartphone.

Namun hasil penelitian terbaru menemukan ancaman malware dapat berdampak lebih luas. Apalagi kemungkinan di masa depan banyak perangkat pintar yang saling terhubung.

Dikutip dari laman ZDNet, Kamis (22/9/2016), peneliti Intel Security baru saja menemukan kerentanan di sistem hiburan dari mobil pintar sebuah pabrikan. Hal itu memungkinkan kriminal memasang malware di sistem kendaraan tersebut.

Dalam demonstrasi yang diperlihatkan peneliti, malware ini bisa menginfeksi sistem suara untuk memainkan musik terus menerus. Karenanya, ada kemungkinan celah ini dapat digunakan untuk menyusupkan file berbahaya.

Tak sekadar sistem audio, bahkan ada kemungkinan sistem kendaraan dan keamanan juga berhasil dibobol oleh malware ini. Pun demikian, bukan berarti sistem tersebut tak bisa diatasi. 

Salah satu yang dapat diantisipasi adalah pemisahan antara sistem mesin dan sistem lainnya. Kondisi itu memungkinkan sistem yang terjangkit malware tak akan berpengaruh pada sistem lain. 

Selain kendaraan pintar, para peneliti juga menemukan router internet di rumah dapat terjangkit file berbahaya ini. Biasanya perangkat itu dibekali sistem masuk yang standar, dan mudah dibobol oleh malware berbahaya. 

Jumat, 16 September 2016

Setelah KickassTorrents, Giliran Situs TorrentHound Ditutup Paksa

TorrentHound resmi tutup (ibtimes)

Lagi-lagi, situs berbagi file secara ilegal kembali ditutup. Setelah KAT (Kickass Torrent) dan Torrentz dipaksa tutup oleh pihak berwenang, kini giliran TorrentHound.


Muncul di 2007, TorrentHound merupakan salah satu dari 10 situs torrent terpopuler di dunia dan cukup banyak pengguna internet yang mengaksesnya.



Sebelum resmi tutup, pendiri situs tersebut sempat menuliskan pesan resmi ke TorrentFreak yang bertuliskan "Finito."



Seperti yang tim Tekno Liputan6.com kutip dari laman The Bitbag, Jumat (16/9/2016), TorrentHound sudah lama jadi target para pemilik hak cipta di beberapa negara. Walau begitu, baru per hari ini situs ilegal tersebut sudah tidak dapat diakses lagi.



Sejak internet ramai diakses, baru beberapa tahun ini saja situs torrent menarik banyak minat pengguna internet yang mencari konten-konten ilegal baik itu software, gim, lagu dan banyakfile multimedia lainnya.



Namun, baru beberapa bulan terakhir ini pemilik hak cipta secara aktif bekerjasama dengan pihak berwajib menindak tegas para pemilik situs ilegal di seluruh dunia.



Melihat banyak situs ilegal yang mulkai ditutup, beredar kabar kalau dua situs ilegal lain, yakni ThePirateBay dan ExtraTorents kemungkinan akan ikutan ditutup dalam waktu dekat ini.




Kamis, 08 September 2016

Google Hentikan Project Ara, Apa Penyebabnya?

Liputan6.com, California - Googlemengonfirmasi bahwa perusahaan telah menghentikan rencana mereka terkait pengembangan smartphone modular yang diberi nama Project Ara.

Informasi ini pertama kalinya dilaporkanReuters yang saat itu belum dikonfirmasi langsung oleh Google.

Seperti Tekno Liputan6.com kutip dariUbergizmo, Senin (5/9/2016), akhirnya raksasa internet yang bermarkas di Menlo Park, California, Amerika Serikat itu memastikan penghentian Project Ara kepada Venture Beat.

Berdasarkan keterangan juru bicara Google yang tak disebutkan namanya,Google menyetop rencana mereka untuk Project Ara. Sayangnya, juru bicara tersebut tak menjelaskan hal ini secara lengkap.

Laporan Reuters menyebutkan, langkah ini dilakukan Google untuk merampingkan bisnis mereka di bidang hardware.

Hingga saat ini, tak jelas apakah Project Ara bakal dihidupkan kembali atau tidak. Jika mengingat bahwa Google belum menghadirkan kembali beberapa proyek lamanya yang sempat ditutup, kemungkinan besar Project Ara tak akan dihidupkan kembali.

Kabar terakhir yang sempat beredar, Google berencana menjual lisensi teknologi di balik Project Ara, sehingga mungkin saja Project Ara tak benar-benar selesai. Namun, saat ini belum jelas siapa yang akan mengembangkan teknologi ini.

Ponsel modular sendiri memang memiliki potensi yang cukup besar. Sejauh ini, kesuksesan smartphone modular dialami oleh LG dengan meluncurkan LG G5 dan aksesori LG Friends yang menjadi pendukung LG G5. 

Sementara itu, Motorola juga menjajal sesuatu yang mirip dengan apa yang dilakukan LG, dengan mengeluarkan aksesori Moto Mods.

Sumber : liputan6.com