Sabtu, 22 Oktober 2016

Sisi Gelap Industri Gim Online Dunia


Trend Micro Bongkar Sisi Gelap Industri Gim Online Dunia (Foto: ZDnet)


Bagi kamu yang sudah lama bermain gim online pasti sudah tidak asing lagi dengan sistem jual beli barang, item, skin, hingga karakter di dalam gim.

Keinginan untuk membuat karakter lebih baik, kuat, dan beda dari pemain lainnya, merupakan salah satu tujuan dan sumber pemasukan bagi banyak pengembang dan penerbit gim menampilkan fitur ini. Namun, ternyata hal tersebut juga sudah lama menjadi target para penjahat siber.

Tak hanya itu, mereka pun akan menjual hasil 'jarahan'-nya ke gamer lain, dan menggunakan uang hasil penjualan tersebut untuk mendanai operasi kejahatan siber yang tengah lakukan.

Eksploitasi Sikap Kompetitif Pemain

Siapa sih yang tidak ingin jadi pemain terbaik di dalam gim yang dia mainkan? Sikap tak ingin kalah dengan pemain lain ini dilihat sebagai kelemahan pemain gim online.

Terbukti, banyak pemain yang rela menghabiskan uang hingga sampai puluhan juta hanya untuk membeli sebuah item di dalam gim atau ditukar dengan in-game currency atau mata uang di dalam gim.

Salah satu target empuk peretas dan kejahatan siber adalah pemain gim bergenre MMORPG (massively multiplayer online role-playing game). Kenapa peretas secara spesifik menargetkan pemain gim MMORPG?

Tidak seperti gim bergenre lainnya, pemain gim bergenre MMORPG memiliki sikap daya saing yang tinggi di sesama pemain gim. Banyak dari mereka ingin tampil lebih unggul dari segi tingginya level karakter hingga sampai dengan item langka yang dimiliki.

Dampak domino
Proses kejahatan yang terjadi. (Trend Micro)


Penggunaan mata uang di dalam gim sendiri sebenarnya sudah jadi dilema banyak pemain gim online. Beberapa merasa kalau mata uang di dalam gim digolongkan sebagai tindakan curang dan kurang sportif, lainnya merasa hal tersebut biasa dan sah saja.

Karena itu, berhubung kegiatan jual beli mata uang gim online tidak termasuk pelanggaran hukum, penjahat siber pun memanfaatkan peluang tersebut sedemikian rupa.

Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan membangun situs jual beli mata uang gim online untuk gim-gim seperti FIFA, World of Warcraft, Pokemon Go, dan gim lain sebagainya.

Tak segan-segan, mereka pun gencar menggunakan berbagai cara untuk menarik pemain gim yang tak curiga melalui iklan, penawaran promo, dan bahkan menghadirkan sistem pembayaran terenkripsi.

Imbas ke Pengembang dan Penerbit Gim

Tak sebatas mempengaruhi industri gim, aktivitas kejahatan siber ini juga memiliki dampak yang besar terhadap orang-orang yang bekerja di pengembang dan penerbit gim tersebut baik secara global maupun lokal.

Bila dirunut kembali sebab-akibatnya, bisa dikatakan bahwa, bermain curang pada permainan gim online agar lebih unggul dari pemain lainnya dengan membeli mata uang di dalam gim melalui pihak-pihak ketiga yang tidak sah, secara tidak sengaja kamu telah berkontribusi turut menyokong matinya gim online itu sendiri.

Ada baiknya kamu dapat memahami dan menyadari setiap tindakannya dapat berdampak buruk terhadap keberlangsungan gim yang kamu sukai dan menghindarkan diri menjadi penyokong dana bagi setiap aksi-aksi kejahatan siber yang kini makin gencar terjadi.

Baca Sumber.

Minggu, 09 Oktober 2016

Cara Membuat Fitur Ambient Display di Semua Smartphone Android!



Pengguna smartphone Android memang semakin meningkat. Hal ini disebabkan banyaknya pilihan gadget murah dari sistem operasi Android, yang akhirnya banyak orang beralih untuk membeli smartphone Android tersebut. Apalagi, sistem operasi satu itu banyak sekali menawarkan fitur.

Salah satu fitur menarik yang wajib kamu coba untuk para pengguna smartphone murah adalah fitur Ambient Display. Ya, fitur ini wajib kamu coba agar pengalaman ber-smartphone kamu semakin bertambah. Memang caranya seperti apa? Tenang, cara membuat fitur Ambient Display dijamin mudah!

Sebenarnya, semua smartphone Android Lollipop sudah bisa menggunakan fitur Ambient Display. Tetapi, karena tidak semua smartphone murah itu punya sistem operasi Lollipop, makanya Jaka berikan langkah-langkah bikin fitur Ambient Display untuk semua smartphone Android. Susah atau mudah? Mudah, kalau susah kamu aja yang bloon, hahaha.

Fitur Ambient Display merupakan fitur yang memang tersedia untuk para pengguna smartphone dengan sistem operasi Android Lollipop. Fitur ini akan memudahkan kamu untuk membaca notifikasi yang masuk saat layar sedang terkunci.

Langkah Mudah Buat Fitur Ambient Display di Semua Android!

Sebelum kamu masuk untuk proses langkah-langkahnya, kamu wajib untuk download sebuah aplikasi terlebih dahulu. Apa namanya? Ya, aplikasi tersebut bernama AcDisplay. Aplikasi ini akan mengatur semua notifikasi yang masuk di Android dan menampilkannya secara indah. Ya sudah, langsung saja kamu lihat caranya di bawah ya.

Ingat, download aplikasi AcDisplay terlebih dahulu ya.

Setelah itu, kamu akan melihat AcDisplay ini dalam kondisi OFF. Aktifkan terlebih dahulu sampai jadi ON.


Sebelumnya, kamu harus mengaktifkan izin pada regulasi Android terlebih dahulu.


Pilih opsi titik tiga di pojok kanan, dan klik Settings.


Pilih menu Activate Mode, aktifkan itu dan ceklis Disable on low battery.


Selesai, kamu sudah bisa menikmati fitur Ambient Display, dan jadinya akan seperti ini.


Cara yang mudah bukan untuk membuat fitur Ambient Display di semua smartphone Android? Apakah kamu tertarik untuk mencoba fitur satu ini di handset kamu? Perlu diingat, cara ini dapat dilakukan oleh smartphone yang tidak di-root. Share pendapatmu melalui kolom komentar di bawah ya.

Kamis, 06 Oktober 2016

Data Pengguna Diretas, Operator Ini Justru Didenda Rp 6,6 Miliar

Ilustrasi: Hacker (Sumber: Mirror).


TalkTalk, operator telekomunikasi di Inggris, dijatuhi denda sebesar 400 ribu poundsterling atau setara dengan Rp 6,6 miliar atas kasus peretasan (cyber attack) ribuan data pelanggannya.

Meski menjadi korban peretasan, sebagaimana dikutip dari Cellular-News, Kamis (6/10/2016), TalkTalk tetap dikenai denda atas kelalaian perusahaan yang tak memasang standar sistem proteksi pada database penggunanya.

Peretasan ini sendiri terjadi pada Oktober 2015. Tadinya, perusahaan sudah diperingatkan sebelumnya lewat serangan pertama pada 17 Juli 2015, kemudian berlanjut pada serangan kedua pada 2 dan 3 September 2015.

The Information Commissioner Office (ICO) pun melakukan investigasi terkait peretasan ini. Dari hasil investigasi, ICO mengungkap peretasan tersebut sebetulnya dapat dicegah apabila TalkTalk mengambil langkah standar untuk melindungi data konsumen.

Juru Bicara ICO, Elizabeth Denham mengatakan kegagalan TalkTalk untuk mengimplementasikan sistem keamanan mendasar dalam dunia siber justru membuka celah peretas untuk masuk ke sistem mereka.

"Peretasan itu salah, tapi seharusnya mereka (TalkTalk) punya kewajiban untuk memasang sistem keamanan demi melindungi informasi  pelanggan," ungkapnya.

TalkTalk gagal untuk memindai infrastruktur untuk menghadapi ancaman lebih nyata dan tak menyadari adanya situs vulnarable yang memudahkan mereka mengakses data informasi pengguna.

Perusahaan tak sadar bahwa software database yang dipasang sudah kuno (outdated). Mereka bahkan tak tahu saat itu software terinfeksi bug yang sebetulnya masih bisa diperbaiki saat itu. Bug ini membuka celah bagi peretas.

Selasa, 04 Oktober 2016

Dedengkot Aplikasi Livestreaming Ini 'Tutup Usia'

Meerkat (Foto: via Mashable)


California - Pengguna smartphone kini sudah tak asing lagi dengan aplikasi video livestreaming. Lewat aplikasi tersebut, pengguna bisa berbagi video secara langsung dengan seluruh orang.

Sebelum Periscope atau Live yang saat ini tengah digandrungi, sebenarnya ada aplikasi serupa yang lebih dulu hadir yakni Meerkat. Namun dengan semakin maraknya aplikasi yang menawarkan konsep serupa, dedengkot livestreaming itu akhirnya menutup layanannya.

Kehadiran dua layanan lain dengan dukungan yang lebih baik disebut menjadi alasan utama penutupan Meerkat. Seperti diketahui, Periscope dan Live masing-masing dimiliki oleh jejarang sosial yang sudah lebih mumpuni, yakni Twitter dan Facebook.

Namun menurut Rubin, masalah lain yang lebih besar adalah kebiasaan pengguna tak secara reguler melakukan siaran. Hal itu membuat jumlah siaran di Meerkat terus menurun hingga akhirnya semakin sedikit.

Pun demikian, Life On Air tak serta merta menghentikan aktivitasnya. Setelah resmi menutup Meerkat, perusahaan itu segera beralih pada aplikasi anyar bernama Houseparty, yaitu aplikasi chatting video berkelompok yang sudah dikembangkan cukup lama.

Houseparty memungkinkan pengguna masuk ke dalam sebuah percakapan hingga delapan orang secara bersamaan. Aplikasi ini membuat penggunanya dapat berkomunikasi dengan banyak orang sekaligus pada saat bersamaan.